Jumat, 24 Mei 2013

proposal judul skripsiii


A.    Judul Skripsi
“PENGARUH KREATIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI IPS 1 SMA PASUNDAN RANCAEKEK
B.     Latar Belakang Masalah
Perkembangan dan kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh mutu pendidikan. Pendidikan menurut bentuknya dibedakan manjadi dua, yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang berlangsung secara teratur, bertingkat dan berkesinambungan, sedangkan pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilakukan secara tertentu tetapi tidak mengikuti peraturan yang ketat. Sebagai pengyelenggara pendidikan formal, sekolah mengaitkan kagiatan secara berjenjang dan berkesinambungan. Disamping itu, sekolah juga berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi belajar anak didiknya.
Berbicara masalah prestasi belajar sangatlah luas. Sekolah sebagai pihak pengelola pendidikan telah melakukan berbagai usaha untuk memperoleh kualitas dan kuantitas pendidikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa. Pendidikan adalah aspek universal yang selalu dan harus ada dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan, ia tidak akan pernah berkembang dan berkebudayaan. Disamping itu, kehidupannya juga akan menjadi statis tanpa ada kemajuan, bahkan bisa jadi akan mengalami kemunduran dan kepunahan.
Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan, yakni bimbingan pengajaran dan latihan diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam konteks ini, tujuan pendidikan meruakan komponen sistem pendidikan yang menempati kedudukan dan fungsi sentral (Hamalik,2003:3). Dengan demikian hasil belajar sangatlah penting untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan sudah tercapai optimal.
Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan. Adapun yang dimaksud dengan belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku indiidu melalui interaksi dengan lingkungan (Hamalik,2003:36). Sedangkan hasil belajar adalah hasil dari usaha belajar yang dilaksanakan siswa. Dalam pendidikan formal selalu diikuti pengukuran dan penilaian, demikian juga dengan proses kegiatan belajar mengajar, dengan mengetahui hasil belajar dapat diketahui kedudukan siswa yang pandai, sedang atau lambat. Laporan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil ulangan dan diserahkan dalam periode tertentu dalam bentuk raport.
Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Salah satu yang mempengaruhi dalam proses belajar mengajar adalah guru yang merupakan faktor eksternal sebagai penunjang pencapaian hasil belajar yang optimal. Dala hal ini yang dimaksud adalah kreativitas guru dalam proses belajar mengajar.
Kreativitas guru dalam proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu hasil belajar siswanya. Kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru, baik yang benar-benar baru sama sekali maupun yang merupakan modifikasi atau perubahan dengan mengembangkan hal-hal yang sudah ada. Bila hal ini dikaitkan dengan kreativitas guru, guru yang bersangkutan mungkin menciptakan suatu strategi mengajar yang benar-benar baru dan orisinil (asli ciptaan sendiri), atau dapat saja merupakan modifikasi dari berbagai strategi yang ada sehingga menghasilkan bentuk baru.
Dalam hal ini, guru adalah aktor utama (di samping orang tua dan elamen lainnya) kesuksesan pendidikan yang dicanangkan. Tanpa keterlibatan aktif guru, pendidikan kosong tanpa materi, esensi dan subtansi. Secanggih apapun kurikulum, visi, misi dan kekuatan finansial, sepanjang gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas lembaga pendidikan akan merosot tajam. Sebaliknya, selemah dan sejelek apapun sebuah kurikulum, visi, misi dan kekuatan finansial, jika gurunya inovatif, progresif dan produktif maka kualitas lembaga pendidikan akan maju pesat.
Disinilah letak strategis guru dalam dunia pendidikan. Karena itu, tidak ada pilihan lain, guru-guru yang ada harus mampu memposisikan diri sebagaii guru yang ideal dan inovatif serta kreatif, yakni guru-guru yang mampu menyesuikan diri dengan tujuan zaman yang kian maju dan kompetitif, mempunyai kekuatan spiritual, intelektual, emosional dan sosial yang tinggi serta kreatif dalam melakukan terobosan dan pembaruan yang kontinu dan konsisten.
Dalam proses belajar dan mengajar, kreativitas dalam pembelajaran merupakan bagian dari suatu sistem yang tak terpisahkan dengan terdidik dan pendidik. Peranan kreativitas guru tidak sekedar membantu proses belajar mengajar dengan mencakup satu aspek dalam diri manusia saja akan tetapi mencakup aspek-aspek lainnya yaitu, kognitif, psikomotrik dan afektif. Secara umum kreativitas guru memiliki fungsi utama yaitu membantu menyesuaikan pekerjaannya dengan ceapat dan efisien.
Menurut Abu ahmadi (           ) menjelaskan pengertian prestasi belajar sebagai berikut: “Secara teori bila sesuatu kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan, maka ada kecenderungan besar untuk mengulanginya”.
Ada beberapa cara untuk mengingkatkan prestasi belajar salah satunya adalah dengan memperhatikan dan mencermati gaya belajar yang baik, baik itu dari dalam diri siswa itu sendiri maupun dari cara penyampaian materi oleh guru.
Oleh karena itu, muncullah sebuah gagasan dalam upaya peningkatan hasil prestasi belajar siswa dengan meningkatkan kreativitas guru dalam proses belajar mengajar agar dapat memberikan solusi dan suasana baru yang menarik dalam pmbelajaran akuntansi sehingga memberikan pemahaman inovatif dan menekankan keaktifan siswa, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul :”PENGARUH KREATIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI IPS 1 SMA PASUNDAN RANCAEKEK”.
C.    Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, permasalahan yang penulis identifikasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.       Bagaimana kreativitas guru dalam proses belajar mengajar mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 semester 2 SMA Pasundan Rancaekek ?
b.      Seberapa baik prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 semester 2 SMA Pasundan Rancaekek ?
c.       Adakah pengaruh antara kreativitas guru dalam proses belajar mengajar terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 SMA Pasundan Rancaekek ?
2.      Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada kemampuan penulis, yakni:
a.       Kemampuan penulis yang diteliti adalah kemampuan kreativitas guru dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar.
b.      Kemampuan guru meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran akuntansi  pada kelas XI IPS 1 semester 2 di SMA Pasundan Rancaekek.

D.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang sudah penulis uraikan, penelitian ini bertujuan untuk :
a.       Untuk mendeskripsikan bagaimana kreativitas guru dalam proses belajar mengajar mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 semester 2 SMA Pasundan Rancaekek.
b.      Untuk mengungkapkan seberapa baik prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 semester 2 SMA Pasundan Rancaekek.
c.       Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara kreativitas guru dalam proses belajar mengajar terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 SMA Pasundan Rancaekek.
E.     Manfaat Penelitian
Setelah berbagai masalah diatas diperoleh jawabannya, maka diharapkan hasil penulisan ini bermanfaat, antara lain:
a.    Manfaat secara praktis
1)      Bagi Penulis
Sebagai alat mempraktekkan teori-teori yang telah diperoleh selama di bangku kuliah sehingga penulis dapat menambah pengetahuan secara praktis tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh guru dan sekolah.
2)      Bagi Siswa
a.       Siswa dapat meningkatkan hasil nilai belajar
b.      Dapat menumbuh kembangkan motivasi belajar dalam diri siswa.
c.       Menjadikan belajar merupakan hal yang menyenangkan bagi siswa.
3)      Bagi Guru
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi tehnik pembelajaran akuntansi kepada guru peneliti dan guru lainnya dalam upaya peningkatan kualitas pembelajarannya.
a)    Bagi Pihak sekolah
Dapat digunakan sebagai cara dalam membangun kreativitas penyampaian materi dalam proses belajar mengajar akuntansi.
F.      Kerangka Pemikiran
Proses pembelajaran dalam pendidikan memegang peranan penting untuk menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan penerapan konsep diri. Keberhasilan proses pembelajaran dalam dunia pendidikan dapat tercermin dari peningkatan mutu lulusan yang dihasilkannya. Untuk itu perlu adanya peran aktif seluruh komponen pendidikan terutama siswa yang berfungsi sebagai input sekaligus calon output dan guru sebagai fasilitator. Dalam proses belajar mengajar guru diharapkan mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh siswa untuk dapat digunakan dalam belajar. Fungsi fasilitator akan berhasil jika dalam merancang proses belajar mengajar dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang sistematis dan baik yang memungkinkan terjadinya penyempurnaan terhadap tujuan, bahan, ataupun strategi belajar mengajar melalui proses umpan balik yang diperoleh dari hasil evaluasi.
Oleh karena itu tujuan pendidikan nasional di Indonesia menurut Sisdiknas (UU NO. 20/2003), menyatakan bahwa :

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didiknya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.


Menurut Barron (2009:21) “kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru”. Lalu menurut haefele (Munandar, 2009:21) “kreativitas adalah kemampuan yang membuat kombinasi baru yang mempunyai makna social”. Dari definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat hal baru dari sesuatu yang telah ada sebelumnya dan diakui memiliki makna.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Kreativitas di Kelas
Beberapa faktor yang mempengaruhi kreativitas di kelas (Starko, 1995 : 323-324) adalah sebagai berikut:
ü  Kondisi bahan. Siswa lebih dimungkinkan untuk menghasilkan respons lancar dalam suatu lingkungan stimulus-kaya daripada stimuli-jelek (Fiedman, Raymond, & Feldhusen, 1978; Mohan, 1971). Mereka kurang dimungkinkan untuk menghasilkan respons kreatif jika mereka diiterupsi dari suatu aktivitas (Elkind, Deblinger, & Adler, 1970).
ü  Petunjuk bahan. Siswa lebih dimungkinkan untuk memberikan respons asli jika mereka bercerita respons asli yang ditentukan.
ü  Tipe bahan stimuli. Skor pada tes kreativitas dipengaruhi oleh tipe stimuli di mana siswa respons.
Beberapa siswa lebih dipengaruhi daripada siswa lain dengan variasi dalam petunjuk. Siswa yang diidentifikasi sebagai berbakat atau sangat kreatif.
Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pendapat Collin Marsh (1996:10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi mengajar, memotivasi peserta didik, membuat model intruksional, mengelola kelas, berkomunikasi, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi. Semua kompeten tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar.
Guru yang kreatif akan dapat menangkap peluang itu dan membuatnya menjadi guru produktif. Selalu saja ada ide-ide segar yang membuatnya menemukan system pembelajaran dengan berbagai model. Bahkan, dia mampu membuat media pembelajarannya sendiri untuk membantu para peserta didiknya menerima materi pelajaran dengan baik. Pemeblajaran harus menjadi sebuah aktivitas yang berfokus pada siswa dan bukan pada guru yang terlalu dominan di kelas.
Para guru harus memiliki ilmu edupreneurship yang membuatnya terlatih menjadi guru yang kreatif dan produktif. Kreatif bukan ilmu yang bisa dipelajari tapi sesuatu yang bisa dilatih dengan mulai dari yang sederhana.
Rounded Rectangle: YRounded Rectangle: XDengan adanya kreativitas guru dalam menerapkan model-model pembelajaran peneliti dapat mamberikan solusi dan susana baru yang menarik dalam proses belajar mengajar sehingga memberikan pemahaman inovatif dan menekankan keaktifan siswa serta dapat .
                                                                              
Keterangan :
            X = Kreativitas Guru
            Y = Prestasi belajar siswa
                  = menunjukkan adanya pengaruh kreativitas guru terhadap prestasi belajar siswa

G.    Asumsi
   Asumsi menurut Paul Leedy dalam practical Research, merupakan hal yang penting untuk ditetapkan. Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan penelitian/ riset jelas batasnya. Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita melakukan penelitian/ riset.
Di dalam penelitian, asumsi/ anggapan dasar sangat perlu untuk dirumuskan secara jelas sebelum melangkah mengumpulkan data. Perlunya peneliti merumuskan asumsi/ anggapan dasar anatara lain:
1)            Agar ada dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang diteliti.
2)            Untuk mempertegas variabel yang menjadi pusat perhatian.
3)            Guna menentukan dan merumuskan hipotesis.

Dari penjelasan diatas penulis menetapkan asumsi sebagai berikut:
1)            Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. (Moh. Uzer Usman, 2009:5).
2)            Belajar adalah kewajiban setiap orang, hampir semua kecakapan, keterampilan, pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan sikap manusia terbentuk, dimodifikasi dan berkembang karena belajar. (Syamsulbachri Asep,2006:27).
3)             Prestasi belajar adalah tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian, baik fisik seperti perubahan dan pengertian pemecahan suatu masalah atau berfikir keterampilan, kecakapan, kebiasaan atau sikap. (Ngalim Purwanto,2002:85 ).

H.    Hipotesis
            Hipotesis adalah kumpulan sementara atas masalah penelitian. Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikuntoro dalam bukunya ‘Prosedur penenlitian Suatu pemdekatan Praktek’, hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
         Hipotesis dalam suatu penelitian sangat penting untuk memandu penelitian. Manfaatnya dapat dirinci sebagai berikut:
1.                  Memberikan arah yang tegas bagi perumusan tujuan penelitian
2.                  Membantu menentukan arah yang harus ditempuh bagi pembatasan ruang lingup penelitian
3.                  Membantu mengarahkan metodologi atau cara-cara kerja mengumpulkan data. Pengolahan data serta analisisnya
4.                  Mencegah terjadinya suatu penelitian yang tak terarah dan menghindarkan cara pengumpulan data yang tak relevan dengan masalah yang diteliti
Sesuai dengan kerangka pemikiran yang telah diuraikan sebelumnya, maka akan dikemukakan suatu hipotesis sebagai suatu respon awal dilakukannya penelitian ini yaitu : Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Kreativitas Guru Dalam Proses Belajar Apabila Dilaksanakan dengan Baik Dan Benar Serta Inovatif Maka Akan Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Hasil Atau Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 1 SMA Pasundan Rancaekek.

I.                   Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatu variabel. Definisi operasional ini dimaksudkan untuk memberikan kejelasan makna serta penegasan istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terkandung dalam penelitian.
Maka penulis mendefinisikan konsep-konsep pokok yang terkandung dalam penelitian sebagai berikut :
1.             Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Maksud dala penelitian ini adalah pengaruh yang dimunculkan variabel X yaitu kreativitas guru dalam proses belajar mengajar terhadap variabel Y yaitu prestasi belajar siswa..
2.             Kreativitas
Menurut Slameto (2003:145) bahwa “pada hakikatnya, pengertian kreatif berhubungan dengan penemuan sesuatu, mengenai hal yang menghasilkan sesuatu yang baru dengan menggunakan sesuatu yang telah ada”.
Kata kreativitas berasal dari kata sifat creative yang berarti pandai mencipta. Sedangkan untuk pengertian yang lebih luas, kreativitas berarti suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan orisinalitas berfikir.[1]
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kreativitas adalah kemampuan untuk berkreasi atau daya mencipta.
Dari definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat hal baru dari sesuatu yang telah ada sebelumnya dan diakui memiliki makna.

3.      Guru
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.[2]

4.      Prestasi Belajar
Menurut Muhibbin (2004: 11) menjelaskan bahwa “prestasi belajar merupakan taraf keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”.


J.      Metode Penelitian
Singarimbun dan Efendi (1995:58) mengemukakan “metode penelitian adalah lanjutan logis dari pendekatan untuk menguji hipotesa, melalui metode pengujian statistik, dengan sumber data yang diperoleh”.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif kausal. Menurut Sugiyono (2009:37) dalam bukunya “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”. penelitian asosiatif kausal adalah suatu penelitian yang mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain yang mempunyai hubungan sebab akibat.
K.    Objek Penelitian
-          Guru
    Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. (Moh. Uzer Usman, 2009:5).
L.     Tempat dan waktu penelitian (jadwal penelitian)
Penulis mencoba melakukan penelitian untuk skripsi ini di SMA Pasundan Rancaekek, jalan Dahlia Raya, Bumi Rancaekek Kencana, Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Pada dasarnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan data demi tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti yang bersangkutan. Oleh sebab itu untuk memperolehnya maka diperlukan adanya suatu cara ilmiah atau yang lebih dikenal dengan nama metode penelitian.


Jadwal Penelitian
M.   Populasi dan sampel
Populasi
Menurut Sugiyono (2009:80) dalam bukunya “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D” menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek dan objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Memperhatikan pengertian populasi diatas dapat dikemukakan bahwa populasi penelitian mencakup peserta didik SMA Pasundan Rancaekek kelas XI IPS untuk keperluan pengumpulan data, semua anggota populasi menjadi responden penelitian.
Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Suharsini Arikunto,1998:117).
N.    Teknik Pengumpulan data
a.       Angket atau kuisioner
        Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.
b.       Observasi
Observasi adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek menggunakan alat indra.
c.       Wawancara
Wawancara atau interviw yaitu teknik pengumpulan data melalui tatap muka secara langsung dengan pihak-pihak yang dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan data yang mendukung penelitian ini.

O.    Teknik Pengolahan data

P.     Definisi Operasional Variabel
Variabel adalah segala sesuatu, menjadi fokus, yang dikaji, ditelaah dalam penelitian (benda, sifat, nilai, keadaa, kondisi, situasi dan apa saja) yang menjadi objek penelitian, sesuatu yang bervariasi yang padanya diletakkan (X,Y).
Suharsimi Arikunto (1996:99), mengemukakan variable penelitian yaitu variable yang mempengaruhi atau variable bebas (X) dan variable yang dipengaruhi atau variable terikat (Y).
1)                  Variabel Bebas/independen (Variabel X)
Adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat dan menjadi penyebab atas sesuatu hal atau timbulnya masalah lain. Sesuai dengan pengertian tersebut, maka dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah kreativitas guru dalam proses belajar mengajar. Menurut Sugiyono (2003:39) variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat.
Dalam penelitian ini, hal yang menjadi variable bebas atau variable X dengan indikator-indikatornya dapat diuraikan sebagai berikut:
No
Variabel Bebas (X)
Indikator
1.
Pengaruh kreativitas guru dalam proses belajar mengajar
Kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran yang pro-perubahan aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan,maka akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa.

2)                  Variabel Terikat/Dependen (Variabel Y)
Adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Menurut Sugiyono (2003:40) variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel Y dari penelitian ini adalah Peningkatan hasil belajar siswa di SMA Pasundan Rancaekek, khususnya kelas XI IPS 1.
Dalam penelitian ini, hal yang menjadi variabel terikat atau variabel Y indikator-indikatornya dapat diuraikan sebagai berikut:
No.
Variabel Terikat (Y)
Indikator
1.
Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi
Siswa dapat menguasai materi atau pokok bahasan yang disampaikan guru akuntansi.
Siswa dapat mengembangkan potensi belajarnya.
Siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

Q.    Rancangan Uji Hipotesis
a.      Hipotesis yang diajukan
1.                  Ho       : Tidak ada pengaruh antara kreativitas guru akuntansi   terhadap prestasi belajar siswa.
2.                  Ha       : Ada pengaruh antara kreativitas guru akuntansi terhadap prestasi belajar siswa

b.      Uji instrument pengumpulan data
a.       Uji Validitas
1.     Validitas Instrumen
Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Instrumen yang valid memiliki validitas yang tinggi. Begitu juga instrumen yang tidak valid berarti mempunyai validitas yang rendah.
Penelitian ini menggunakan uji validitas dengan menggunakan Rumus Product Moment.
rxy    =
Keterangan :
rxy     : Koefisien korelasi
∑X      : Jumlah skor item benar
∑Y      : Jumlah skor total
N         : Jumlah subyek yang diteliti
    : Jumlah kuadrat skor item yang benar
    : Jumlah kuadrat skor total
Untuk mengetahui apakah instrumen valid atau tidak dapat diukur dengan:
a.       Korelasi dari item-item kuesioner harus kuat dengan peluang kesalahan maksimal 5% (α=0.05) atau taraf kepercayaan 95%.
b.      Korelasi harus memiliki nilai atau arah positif yaitu setelah dipilih harga rxy (r hitung) kemudian dibandingkan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikan 5% atau α=0,05
Apabila rxy (r hitung) > (r tabel) berarti dapat diambil keputusan bahwa butir instrumen (item pertanyaan) valid.
c.       Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Regresi Linear Berganda.




DAFTAR PUSTAKA
W. Gulo. 2002. Strategi BelajarMengajar. Jakarta: Grasindo.
Asmani, Jamal. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan inovatif. Jogjakarta: DIVA Press.
Indriana, Dina. 2011. Mengenal Ragam Gaya Pembelajaran Efektif. Jogjakarta: DIVA Press.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
Tarko, A. J. (1995). Creativity in the Classroom School of Curious Delight. New York : Longman Publisher






[1] Dr. dedi Supriadi, kreativitas, kebudayaan & perkembangan IPTEK (http://pakzumar.blogspot.com/2008/04/kepribadian-orang-kreatif.html , diakses 15 februari 2011)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar