A.
Judul
Skripsi
“PENGARUH
KREATIVITAS GURU DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI KELAS XI IPS 1
SMA PASUNDAN RANCAEKEK”
B. Latar Belakang Masalah
Perkembangan dan
kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh mutu pendidikan. Pendidikan
menurut bentuknya dibedakan manjadi dua, yaitu pendidikan formal dan pendidikan
non formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang berlangsung secara
teratur, bertingkat dan berkesinambungan, sedangkan pendidikan non formal
adalah pendidikan yang dilakukan secara tertentu tetapi tidak mengikuti
peraturan yang ketat. Sebagai pengyelenggara pendidikan formal, sekolah
mengaitkan kagiatan secara berjenjang dan berkesinambungan. Disamping itu,
sekolah juga berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi belajar
anak didiknya.
Berbicara
masalah prestasi belajar sangatlah luas. Sekolah sebagai pihak pengelola
pendidikan telah melakukan berbagai usaha untuk memperoleh kualitas dan
kuantitas pendidikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa.
Pendidikan adalah aspek universal yang selalu dan harus ada dalam kehidupan
manusia. Tanpa pendidikan, ia tidak akan pernah berkembang dan berkebudayaan.
Disamping itu, kehidupannya juga akan menjadi statis tanpa ada kemajuan, bahkan
bisa jadi akan mengalami kemunduran dan kepunahan.
Tujuan
pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang dicapai oleh peserta didik
setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan,
yakni bimbingan pengajaran dan latihan diarahkan untuk mencapai tujuan
pendidikan. Dalam konteks ini, tujuan pendidikan meruakan komponen sistem
pendidikan yang menempati kedudukan dan fungsi sentral (Hamalik,2003:3). Dengan
demikian hasil belajar sangatlah penting untuk mengetahui apakah tujuan
pendidikan sudah tercapai optimal.
Tujuan
pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami
perkembangan dan peningkatan. Adapun yang dimaksud dengan belajar adalah suatu
proses perubahan tingkah laku indiidu melalui interaksi dengan lingkungan
(Hamalik,2003:36). Sedangkan hasil belajar adalah hasil dari usaha belajar yang
dilaksanakan siswa. Dalam pendidikan formal selalu diikuti pengukuran dan
penilaian, demikian juga dengan proses kegiatan belajar mengajar, dengan
mengetahui hasil belajar dapat diketahui kedudukan siswa yang pandai, sedang
atau lambat. Laporan hasil belajar siswa dapat dilihat dari hasil ulangan dan
diserahkan dalam periode tertentu dalam bentuk raport.
Sekolah
merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam
memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan,
keterampilan dan sikap anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka
butuhkan. Salah satu yang mempengaruhi dalam proses belajar mengajar adalah guru
yang merupakan faktor eksternal sebagai penunjang pencapaian hasil belajar yang
optimal. Dala hal ini yang dimaksud adalah kreativitas guru dalam proses
belajar mengajar.
Kreativitas guru
dalam proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu
hasil belajar siswanya. Kreativitas diartikan sebagai kemampuan untuk
menciptakan suatu produk baru, baik yang benar-benar baru sama sekali maupun
yang merupakan modifikasi atau perubahan dengan mengembangkan hal-hal yang
sudah ada. Bila hal ini dikaitkan dengan kreativitas guru, guru yang
bersangkutan mungkin menciptakan suatu strategi mengajar yang benar-benar baru
dan orisinil (asli ciptaan sendiri), atau dapat saja merupakan modifikasi dari
berbagai strategi yang ada sehingga menghasilkan bentuk baru.
Dalam hal ini,
guru adalah aktor utama (di samping orang tua dan elamen lainnya) kesuksesan
pendidikan yang dicanangkan. Tanpa keterlibatan aktif guru, pendidikan kosong
tanpa materi, esensi dan subtansi. Secanggih apapun kurikulum, visi, misi dan
kekuatan finansial, sepanjang gurunya pasif dan stagnan, maka kualitas lembaga
pendidikan akan merosot tajam. Sebaliknya, selemah dan sejelek apapun sebuah
kurikulum, visi, misi dan kekuatan finansial, jika gurunya inovatif, progresif
dan produktif maka kualitas lembaga pendidikan akan maju pesat.
Disinilah letak
strategis guru dalam dunia pendidikan. Karena itu, tidak ada pilihan lain,
guru-guru yang ada harus mampu memposisikan diri sebagaii guru yang ideal dan
inovatif serta kreatif, yakni guru-guru yang mampu menyesuikan diri dengan
tujuan zaman yang kian maju dan kompetitif, mempunyai kekuatan spiritual,
intelektual, emosional dan sosial yang tinggi serta kreatif dalam melakukan
terobosan dan pembaruan yang kontinu dan konsisten.
Dalam proses belajar
dan mengajar, kreativitas dalam pembelajaran merupakan bagian dari suatu sistem
yang tak terpisahkan dengan terdidik dan pendidik. Peranan kreativitas guru
tidak sekedar membantu proses belajar mengajar dengan mencakup satu aspek dalam
diri manusia saja akan tetapi mencakup aspek-aspek lainnya yaitu, kognitif,
psikomotrik dan afektif. Secara umum kreativitas guru memiliki fungsi utama
yaitu membantu menyesuaikan pekerjaannya dengan ceapat dan efisien.
Menurut Abu
ahmadi ( ) menjelaskan
pengertian prestasi belajar sebagai berikut: “Secara teori bila sesuatu
kegiatan dapat memuaskan suatu kebutuhan, maka ada kecenderungan besar untuk
mengulanginya”.
Ada beberapa
cara untuk mengingkatkan prestasi belajar salah satunya adalah dengan
memperhatikan dan mencermati gaya belajar yang baik, baik itu dari dalam diri
siswa itu sendiri maupun dari cara penyampaian materi oleh guru.
Oleh karena itu,
muncullah sebuah gagasan dalam upaya peningkatan hasil prestasi belajar siswa
dengan meningkatkan kreativitas guru dalam proses belajar mengajar agar dapat
memberikan solusi dan suasana baru yang menarik dalam pmbelajaran akuntansi
sehingga memberikan pemahaman inovatif dan menekankan keaktifan siswa,
diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan
uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul :”PENGARUH KREATIVITAS GURU DALAM PROSES
BELAJAR MENGAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN AKUNTANSI
KELAS XI IPS 1 SMA PASUNDAN RANCAEKEK”.
C. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
1.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang di atas, permasalahan yang penulis identifikasi dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.
Bagaimana
kreativitas guru dalam proses belajar mengajar mata pelajaran akuntansi kelas
XI IPS 1 semester 2 SMA Pasundan Rancaekek ?
b.
Seberapa
baik prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1
semester 2 SMA Pasundan Rancaekek ?
c.
Adakah
pengaruh antara kreativitas guru dalam proses belajar mengajar terhadap
prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 SMA
Pasundan Rancaekek ?
2.
Batasan
Masalah
Penelitian ini dibatasi pada
kemampuan penulis, yakni:
a. Kemampuan
penulis yang diteliti adalah kemampuan kreativitas guru dalam melakukan kegiatan proses
belajar mengajar.
b.
Kemampuan guru meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran
akuntansi pada kelas XI IPS 1 semester 2
di SMA Pasundan Rancaekek.
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan
masalah yang sudah penulis uraikan, penelitian ini bertujuan untuk :
a.
Untuk
mendeskripsikan bagaimana kreativitas guru dalam proses belajar mengajar mata
pelajaran akuntansi kelas XI IPS 1 semester 2 SMA Pasundan Rancaekek.
b.
Untuk
mengungkapkan seberapa baik prestasi belajar siswa pada mata pelajaran
akuntansi kelas XI IPS 1 semester 2 SMA Pasundan Rancaekek.
c.
Untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh antara kreativitas guru dalam proses belajar
mengajar terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi kelas
XI IPS 1 SMA Pasundan Rancaekek.
E.
Manfaat
Penelitian
Setelah berbagai
masalah diatas diperoleh jawabannya, maka diharapkan hasil penulisan ini
bermanfaat, antara lain:
a. Manfaat
secara praktis
1)
Bagi
Penulis
Sebagai alat mempraktekkan
teori-teori yang telah diperoleh selama di bangku kuliah sehingga penulis dapat
menambah pengetahuan secara praktis tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh
guru dan sekolah.
2)
Bagi Siswa
a.
Siswa
dapat meningkatkan hasil nilai belajar
b.
Dapat
menumbuh kembangkan motivasi belajar dalam diri siswa.
c.
Menjadikan
belajar merupakan hal yang menyenangkan bagi siswa.
3)
Bagi
Guru
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan inovasi tehnik pembelajaran akuntansi kepada guru
peneliti dan guru lainnya dalam upaya peningkatan kualitas pembelajarannya.
a) Bagi
Pihak sekolah
Dapat digunakan sebagai cara
dalam membangun kreativitas penyampaian materi dalam proses belajar mengajar
akuntansi.
F. Kerangka Pemikiran
Proses
pembelajaran dalam pendidikan memegang peranan penting untuk menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan penerapan konsep diri. Keberhasilan proses pembelajaran
dalam dunia pendidikan dapat tercermin dari
peningkatan
mutu lulusan yang dihasilkannya. Untuk itu perlu adanya peran aktif seluruh komponen pendidikan
terutama siswa yang berfungsi sebagai input
sekaligus
calon output dan guru sebagai fasilitator. Dalam proses belajar mengajar guru diharapkan mampu memanfaatkan
potensi yang dimiliki oleh siswa untuk
dapat
digunakan dalam belajar. Fungsi fasilitator akan berhasil jika dalam merancang proses belajar mengajar
dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang
sistematis
dan baik yang memungkinkan terjadinya penyempurnaan terhadap tujuan, bahan, ataupun strategi
belajar mengajar melalui proses umpan balik yang diperoleh
dari hasil evaluasi.
Oleh
karena itu tujuan pendidikan nasional di Indonesia menurut Sisdiknas (UU NO. 20/2003), menyatakan bahwa :
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didiknya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Menurut
Barron (2009:21) “kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan
sesuatu yang baru”. Lalu menurut haefele (Munandar, 2009:21) “kreativitas
adalah kemampuan yang membuat kombinasi baru yang mempunyai makna social”. Dari
definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah
kemampuan membuat hal baru dari sesuatu yang telah ada sebelumnya dan diakui
memiliki makna.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi Kreativitas di Kelas
Beberapa
faktor yang mempengaruhi kreativitas di kelas (Starko, 1995 : 323-324) adalah
sebagai berikut:
ü Kondisi bahan. Siswa lebih
dimungkinkan untuk menghasilkan respons lancar dalam suatu lingkungan
stimulus-kaya daripada stimuli-jelek (Fiedman, Raymond, & Feldhusen, 1978;
Mohan, 1971). Mereka kurang dimungkinkan untuk menghasilkan respons kreatif jika
mereka diiterupsi dari suatu aktivitas (Elkind, Deblinger, & Adler, 1970).
ü Petunjuk bahan. Siswa lebih
dimungkinkan untuk memberikan respons asli jika mereka bercerita respons asli
yang ditentukan.
ü Tipe bahan stimuli. Skor pada tes
kreativitas dipengaruhi oleh tipe stimuli di mana siswa respons.
Beberapa siswa lebih dipengaruhi daripada siswa lain dengan variasi
dalam petunjuk. Siswa yang diidentifikasi sebagai berbakat atau sangat kreatif.
Prestasi
belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan
belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Pendapat
Collin Marsh (1996:10) yang menyatakan bahwa guru harus memiliki kompetensi
mengajar, memotivasi peserta didik, membuat model intruksional, mengelola
kelas, berkomunikasi, merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi. Semua
kompeten tersebut mendukung keberhasilan guru dalam mengajar.
Guru yang
kreatif akan dapat menangkap peluang itu dan membuatnya menjadi guru produktif.
Selalu saja ada ide-ide segar yang membuatnya menemukan system pembelajaran
dengan berbagai model. Bahkan, dia mampu membuat media pembelajarannya sendiri
untuk membantu para peserta didiknya menerima materi pelajaran dengan baik.
Pemeblajaran harus menjadi sebuah aktivitas yang berfokus pada siswa dan bukan
pada guru yang terlalu dominan di kelas.
Para guru
harus memiliki ilmu edupreneurship yang membuatnya terlatih menjadi guru yang
kreatif dan produktif. Kreatif bukan ilmu yang bisa dipelajari tapi sesuatu
yang bisa dilatih dengan mulai dari yang sederhana.
Keterangan
:
X = Kreativitas Guru
Y = Prestasi belajar siswa
G.
Asumsi
Asumsi menurut Paul Leedy dalam practical
Research, merupakan hal yang penting untuk ditetapkan. Asumsi adalah
kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan penelitian/ riset jelas batasnya.
Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita melakukan penelitian/
riset.
Di dalam penelitian, asumsi/ anggapan dasar sangat
perlu untuk dirumuskan secara jelas sebelum melangkah mengumpulkan data. Perlunya
peneliti merumuskan asumsi/ anggapan dasar anatara lain:
1)
Agar ada dasar berpijak yang kokoh bagi
masalah yang sedang diteliti.
2)
Untuk mempertegas variabel yang menjadi
pusat perhatian.
3)
Guna menentukan dan merumuskan
hipotesis.
Dari
penjelasan diatas penulis menetapkan asumsi sebagai berikut:
1)
Guru merupakan jabatan atau profesi yang
memerlukan keahlian khusus. (Moh. Uzer Usman, 2009:5).
2)
Belajar adalah kewajiban setiap orang,
hampir semua kecakapan, keterampilan, pengetahuan, kebiasaan, kegemaran dan
sikap manusia terbentuk, dimodifikasi dan berkembang karena belajar.
(Syamsulbachri Asep,2006:27).
3)
Prestasi belajar adalah tingkah laku
yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian,
baik fisik seperti perubahan dan pengertian pemecahan suatu masalah atau
berfikir keterampilan, kecakapan, kebiasaan atau sikap. (Ngalim Purwanto,2002:85
).
H.
Hipotesis
Hipotesis adalah kumpulan sementara atas masalah
penelitian. Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikuntoro dalam bukunya ‘Prosedur
penenlitian Suatu pemdekatan Praktek’, hipotesis dapat diartikan sebagai suatu
jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai
terbukti melalui data yang terkumpul.
Hipotesis
dalam suatu penelitian sangat penting untuk memandu penelitian. Manfaatnya
dapat dirinci sebagai berikut:
1.
Memberikan
arah yang tegas bagi perumusan tujuan penelitian
2.
Membantu
menentukan arah yang harus ditempuh bagi pembatasan ruang lingup penelitian
3.
Membantu
mengarahkan metodologi atau cara-cara kerja mengumpulkan data. Pengolahan data
serta analisisnya
4.
Mencegah
terjadinya suatu penelitian yang tak terarah dan menghindarkan cara pengumpulan
data yang tak relevan dengan masalah yang diteliti
Sesuai
dengan kerangka pemikiran yang telah diuraikan sebelumnya, maka akan
dikemukakan suatu hipotesis sebagai suatu respon awal dilakukannya penelitian
ini yaitu : “Upaya
Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Kreativitas Guru Dalam Proses Belajar
Apabila Dilaksanakan dengan Baik Dan Benar Serta Inovatif Maka Akan Berpengaruh
Positif dan Signifikan Terhadap Hasil Atau Prestasi Belajar Siswa Dalam Mata
Pelajaran Akuntansi Kelas XI IPS 1 SMA Pasundan Rancaekek”.
I.
Definisi
Operasional
Definisi
operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang
didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional
itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada
bagaimana mengukur suatu variabel. Definisi
operasional ini dimaksudkan untuk memberikan kejelasan makna serta penegasan
istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terkandung dalam
penelitian.
Maka
penulis mendefinisikan
konsep-konsep pokok yang terkandung dalam penelitian sebagai berikut :
1.
Pengaruh
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang,
benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Maksud
dala penelitian ini adalah pengaruh yang dimunculkan variabel X yaitu
kreativitas guru dalam proses belajar mengajar terhadap variabel Y yaitu
prestasi belajar siswa..
2.
Kreativitas
Menurut Slameto (2003:145)
bahwa “pada hakikatnya, pengertian kreatif berhubungan dengan penemuan sesuatu,
mengenai hal yang menghasilkan sesuatu yang baru dengan menggunakan sesuatu
yang telah ada”.
Kata kreativitas berasal
dari kata sifat creative yang berarti pandai mencipta. Sedangkan untuk
pengertian yang lebih luas, kreativitas berarti suatu proses yang tercermin
dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan orisinalitas berfikir.[1]
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia Kreativitas adalah kemampuan untuk berkreasi atau daya mencipta.
Dari definisi-definisi
diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan membuat hal
baru dari sesuatu yang telah ada sebelumnya dan diakui memiliki makna.
3.
Guru
Guru adalah pendidik dan
pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal,
pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai
semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang
mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.[2]
4.
Prestasi
Belajar
Menurut Muhibbin (2004: 11)
menjelaskan bahwa “prestasi belajar merupakan taraf keberhasilan siswa dalam
mempelajari materi pelajaran di sekolah dinyatakan dalam bentuk skor yang
diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu”.
J.
Metode Penelitian
Singarimbun dan Efendi
(1995:58) mengemukakan “metode penelitian adalah lanjutan logis dari pendekatan
untuk menguji hipotesa, melalui metode pengujian statistik, dengan sumber data
yang diperoleh”.
Adapun metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode penelitian asosiatif kausal. Menurut
Sugiyono (2009:37) dalam bukunya “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D”. penelitian asosiatif kausal adalah suatu penelitian yang mencari
hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain yang mempunyai hubungan
sebab akibat.
K. Objek
Penelitian
-
Guru
Guru
merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus. (Moh. Uzer
Usman, 2009:5).
L. Tempat
dan waktu penelitian (jadwal penelitian)
Penulis mencoba melakukan penelitian untuk skripsi
ini di SMA Pasundan
Rancaekek, jalan Dahlia Raya, Bumi Rancaekek Kencana, Rancaekek, Kabupaten
Bandung.
Pada dasarnya penelitian dilakukan untuk mendapatkan
data demi tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti yang bersangkutan. Oleh sebab
itu untuk memperolehnya maka diperlukan adanya suatu cara ilmiah atau yang
lebih dikenal dengan nama metode penelitian.
Jadwal
Penelitian

M. Populasi
dan sampel
Populasi
Menurut
Sugiyono (2009:80) dalam bukunya “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D” menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri
atas subjek dan objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Memperhatikan
pengertian populasi diatas dapat dikemukakan bahwa populasi penelitian mencakup
peserta didik SMA Pasundan
Rancaekek kelas XI IPS untuk keperluan pengumpulan data,
semua anggota populasi menjadi responden penelitian.
Sampel
Sampel adalah
sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Suharsini
Arikunto,1998:117).
N. Teknik
Pengumpulan data
a.
Angket
atau kuisioner
Angket adalah sejumlah pertanyaan
tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.
b. Observasi
Observasi adalah kegiatan pemusatan
perhatian terhadap sesuatu obyek menggunakan alat indra.
c.
Wawancara
Wawancara atau interviw yaitu teknik pengumpulan data melalui tatap muka secara
langsung dengan pihak-pihak yang dapat membantu peneliti dalam mengumpulkan
data yang mendukung penelitian ini.
O. Teknik
Pengolahan data
P.
Definisi
Operasional Variabel
Variabel adalah segala sesuatu, menjadi fokus, yang dikaji, ditelaah
dalam penelitian (benda, sifat, nilai, keadaa, kondisi, situasi dan apa saja)
yang menjadi objek penelitian, sesuatu yang bervariasi yang padanya diletakkan
(X,Y).
Suharsimi
Arikunto (1996:99), mengemukakan variable penelitian yaitu variable yang
mempengaruhi atau variable bebas (X) dan variable yang dipengaruhi atau
variable terikat (Y).
1)
Variabel Bebas/independen (Variabel X)
Adalah variabel yang
mempengaruhi variabel terikat dan menjadi penyebab atas sesuatu hal atau timbulnya
masalah lain. Sesuai dengan pengertian tersebut, maka dalam penelitian ini yang
menjadi variabel bebas adalah kreativitas guru dalam proses belajar mengajar. Menurut
Sugiyono (2003:39) variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat.
Dalam penelitian ini,
hal yang menjadi variable bebas atau variable X dengan indikator-indikatornya
dapat diuraikan sebagai berikut:
No
|
Variabel Bebas (X)
|
Indikator
|
1.
|
Pengaruh
kreativitas guru dalam proses belajar mengajar
|
Kemampuan guru dalam melaksanakan
pembelajaran yang pro-perubahan aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan
menyenangkan,maka akan mempengaruhi terhadap prestasi belajar siswa.
|
2)
Variabel Terikat/Dependen (Variabel Y)
Adalah variabel yang
dipengaruhi oleh variabel bebas. Menurut Sugiyono
(2003:40) variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel Y dari penelitian ini adalah
Peningkatan hasil belajar siswa di SMA Pasundan Rancaekek, khususnya kelas XI IPS 1.
Dalam
penelitian ini, hal yang menjadi variabel terikat atau variabel Y
indikator-indikatornya dapat diuraikan sebagai berikut:
No.
|
Variabel Terikat (Y)
|
Indikator
|
1.
|
Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran akuntansi
|
Siswa dapat menguasai materi atau
pokok bahasan yang disampaikan guru akuntansi.
Siswa dapat mengembangkan potensi
belajarnya.
Siswa dapat meningkatkan prestasi
belajarnya.
|
Q. Rancangan
Uji Hipotesis
a. Hipotesis
yang diajukan
1.
Ho :
Tidak ada pengaruh antara kreativitas
guru akuntansi terhadap prestasi
belajar siswa.
2.
Ha :
Ada pengaruh antara kreativitas
guru akuntansi terhadap prestasi belajar siswa
b. Uji
instrument pengumpulan data
a.
Uji
Validitas
1.
Validitas
Instrumen
Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang
diinginkan. Instrumen yang valid memiliki validitas yang tinggi. Begitu juga
instrumen yang tidak valid berarti mempunyai validitas yang rendah.
Penelitian ini menggunakan uji validitas dengan menggunakan
Rumus Product Moment.
rxy = 
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi
∑X : Jumlah skor item benar
∑Y : Jumlah skor total
N : Jumlah
subyek yang diteliti
∑
:
Jumlah kuadrat skor item yang benar
∑
:
Jumlah kuadrat skor total
Untuk mengetahui apakah
instrumen valid atau tidak dapat diukur dengan:
a.
Korelasi
dari item-item kuesioner harus kuat dengan peluang kesalahan maksimal 5%
(α=0.05) atau taraf kepercayaan 95%.
b.
Korelasi
harus memiliki nilai atau arah positif yaitu setelah dipilih harga rxy (r
hitung) kemudian dibandingkan dengan r tabel product moment dengan taraf
signifikan 5% atau α=0,05
Apabila rxy (r hitung) > (r
tabel) berarti dapat diambil keputusan bahwa butir instrumen (item pertanyaan)
valid.
c. Teknik
Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Regresi Linear
Berganda.
DAFTAR PUSTAKA
W. Gulo. 2002. Strategi BelajarMengajar.
Jakarta: Grasindo.
Asmani, Jamal. 2009. Tips Menjadi
Guru Inspiratif, Kreatif, dan inovatif. Jogjakarta: DIVA Press.
Indriana, Dina. 2011. Mengenal Ragam
Gaya Pembelajaran Efektif. Jogjakarta: DIVA Press.
Slameto. (2003). Belajar
dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sugiyono. 2007. Metode
Penelitian Kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
Tarko, A. J. (1995). Creativity in the Classroom School of
Curious Delight. New York : Longman Publisher
[1]
Dr. dedi Supriadi, kreativitas, kebudayaan & perkembangan IPTEK (http://pakzumar.blogspot.com/2008/04/kepribadian-orang-kreatif.html
, diakses 15 februari 2011)